November 2019

Leicester City Siap Lepas Brendan Rodgers Ke Arsenal

Belum lama ini pihak Leicester City telah membuka peluang untuk segera melepas pelatihnya, yakni Brendan Rodgers ke Arsenal. Namun saja, The Foxes julukan dari Leicester, tak akan melepas Rodgers begitu, namun mereka meminta sejumlah tebusan kepada pihak The Gunners yang tengah membutuhkan pelatih.

Kursi kepelatihan dari Arsenal, diketahui memang tengah lowong. Hal ini terlepas dari keputusan pihak jajaran direksi klub yang memecat Unai Emery sebagai pelatih The Gunners, pada Jumat (29/11/2019) waktu setempat.

Setelah resmi perginya Unai Emery, Arsenal diketahui telah menunjuk dari Freddie Ljungberg sebagai pelatih sementaranya. Namun penunjukan pria asal Swedia ini hanya sementara waktu saja, hingga The Gunners menemukan pelatih penggantinya.

Sementara Ljungberg akan memulai debut perdana nya pada laga akhir pekan ini. Diketahui Arsenal akan berhadapan dengan Norwich City di Carrow Road pada pekan 14 Premier League, Minggu (1/12/2019) yang akan datang.

Nama Brendan Rodgers menjadi sekian kandidat kuat lain yang akan menjadi pelatih baru Arsenal. Pasalnya, Rodgers merupakan sosok pelatih yang memiliki cukup pengalaman dalam kompetisi EPL, reputasinya pun terbilang bagus.

Hal ini terlihat saat dirinya sukses besar saat membawa Swansea City ke kompetisi Premier League. Kemudian menjadi pelatih Liverpool, meskipun tidak banyak meraih gelar juara tetapi catatan kemenangan nya dalam semua laga mencapai 50 persen.

Rodgers tak hanya sukses di kompetisi Premier League, dirinya terbilang sukses besar saat melatih Glasgow Celtic. Sama halnya saat keputusan Leicester City untuk merekrutnya pada musim panas kemarin, hal ini terbukti dengan peringkat kedua klasemen sementara Premier League yang berhasil diraih oleh pelatih asal Scotlandia tersebut.

Menurut kabar dari The Telegraph, Leicester City tak keberatan untuk melepasnya ke Arsenal meskipun catatan Rodgers begitu bagus. Pihak The Foxes siap melepasnya, jika The Gunners bersedia membayar 14 juta poundsterling atau sekitar Rp 254 miliar sebagai kompensasi dari kontraknya.

Selain nama Brendan Rodgers, Arsenal diketahui juga tengah mendekati Mikel Arteta yang merupakan asisten dari pelatih Pep Guardiola di Manchester City. Kemudian ada juga nama Massimiliano Allegri, Mauricio Pochettino yang ikut masuk dalam bursa kandidat pelatih selanjutnya bagi The Gunners.

Tak Punya Lisensi UEFA Pro, Ljungberg Tak Bisa Jadi Pelatih Tetap Arsenal

Seperti diketahui bahwa Arsenal telah resmi menunjuk Freddie Ljungberg sebagai caretaker tim. Meskipun begitu, pihak manajemen klub tidak bisa menunjuk Lljungberg sebagai pelatih tetapnya, karena dirinya tak mempunyai lisensi UEFA Pro sebagai persyaratan untuk menjadi pelatih disebuah klub profesional.

Arsenal sebelumnya sudah mengakhiri kerjasamanya dengan Unai Emery sebagai pelatih tim, Jumat (29/11/2019). Kekalahan memalukan The Gunners ditangan Eintracht Frankfurt di laga Liga Europa, menjadi penyebab lengsernya Emery.

Sementara kekalahan ditangan Eintracht Frankfurt telah membuat Arsenal tak pernah meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhirnya. Kursi kepelatihan pun, sementara waktu diganti oleh Freddie Ljungberg.

Pemain legendaris Arsenal ini, sebelumnya merupakan asisten dari Unai Emery. Namun setelah resmi ditunjuk sebagai manajer interim, dirinya akan melakoni debutnya saat The Gunners berhadapan dengan Norwich di kompetisi EPL.

Namun penunjukkan nama Lljunberg hanya sementara waktu, Arsenal sendiri harus segera menemukan pengganti Emery. Hal ini ditambah lagi Lljunberg tak memiliki lisensi kepelatihan UEFA Pro, The Gunners pun tak bisa menunjuknya sebagai pelatih tetap tim.

Sementara lisensi UEFA Pro memang merupakan persyaratan bagi setiap orang yang ingin menjadi pelatih tetap di kompetisi liga Inggris. Lljunberg diketahui hanya memiliki lisensi kepelatihan UEFA A saja.

Kondisi ini membuat Ljungberg tak akan bisa mengubah statusnya sebagai manajer interim menjadi manajer tetap di Arsenal. Di aturan Liga Inggris sendiri juga berlaku suatu aturan, yakni klub hanya boleh dilatih oleh manajer interim maksimal selama 12 pekan atau tiga bulan.

Menurut kabar yang beredar, beberapa nama pelatih top eropa masuk dalam kandidat kuat pelatih Arsenal selanjutnya. Nama seperti Carlo Ancelotti, Maurizio Pochettino, Massimilliano Allegri, Nuno Espirito Santo, dan Mauricio Pochettino menjadi kandidat pelatih baru The Gunners.

Cetak Gol Lagi, Erling Haaland Kembali Ukir Rekor di Liga Champions

Aksi impresif Erling Haaland di kompetisi Liga Champions, belum juga berhenti. Penyerang andalan milik RB Salzburg kembali mencetak rekor sebagai pemain remaja pertama yang mampu mencetak gol di lima laga beruntun Liga Champions.

Pesona Erling Haaland memang terus berlanjut, dirinya belum juga putus dalam mencetak gol di kompetisi Liga Champions pada musim ini. Penyerang yang masih berusia 19 tahun ini kembali lagi mencatatkan namanya dipapan skor saat RB Salzburg meraih kemenangan telak 4-1 atas Genk di Liga Champions.

Sementara satu gol yang berhasil dicetak dalam laga Liga Champions, kini berbuah rekor baru untuk pemain berusia 19 tahun tersebut. Tercatat, dirinya telah menjadi remaja pertama yang sanggup untuk mencetak gol dalam liga laga Liga Champions secara berturut-turut.

Selain itu pun, dirinya juga pemain pertama yang mampu membukukan delapan gol di lima pertandingan pertama Liga Champions. Bahkan dirinya berhasil mengalahkan penyerang top seperti Harry Kane dan Diego Costa, yang pernah mencetak tujuh gol dalam jumlah laga yang sama dengan Erling Haaland.

Berkat performa impresifnya, remaja berusia 19 tahun ini mampu menyandingkan dirinya dengan beberapa pemain-pemain top sekelas, Alessandro Del Piero, Sergei Rebrov, Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Robert Lewandowski. Para pemain tersebut merupakana pemain yang mampu tampil tajam dan terus mencetak gol dalam lima laga pertama fase penyisihan grup Liga Champions.

Performa Erling Haaland semakin istimewa, karena berperan dalam membuka kans RB Salzburg untuk bisa lolos ke babak 16 Liga Champions. Salzburg saat ini hanya berjarak tiga poin saja dari Liverpool yang berada di posisi puncak klasemen dengan torehan 10 poin, serta Napoli diposisi kedua dengan toerhan 9 poin saja.

Kane Catatkan Rekor, Serta Sejarah Comeback Tottenham Bersama Mourinho

Dalam laga fase penyisihan Grup B yang mempertemukan Tottenham Hotspur vs Olympiakos, Harry Kane berhasil mencatatkan rekor gol Liga Champions. Sementara Jose Mourinho berhasil mencatatkan sejarah luar biasa dalam kemenangan dramatis The Lillywhites.

Tottenham Hotspur berhasil memetik kemenangan 4-2 atas Olympiakos dalam laga penyisihan grup Liga Champions, Rabu (27/11/2019) dinihari WIB. Namun kemenangan dramatis ini terjadi, setelah sebelumnya tim skuat asuhan Mourinho harus tertinggal 0-2 terlebih dahulu.

Namun satu gol dari Dele Alli sebelum jeda laga babak pertama, membuka harapan Tottenham Hotspur dalam memperkecil ketinggalan gol. Kemudian gol dari Kane (2) dan Serge Aurier kemudian melengkapi comeback luar biasa dari The Lillywhites.

Sementara dua gol dari Harry Kane, membuatnya mencatatkan rekor sebagai pemain tercepat yang mencetak 20 gol di kompetisi Liga Champions. Penyerang timnas Inggris ini juga berhasil untuk mematahkan rekor gol yang sebelumnya dipegang oleh pemain legendaris milik Juventus, yakni Alessandro Del Piero.

Tidak hanya keberhasilan dari Harry Kane mencatatkan sebuah rekor yang luar biasa tersebut. Jose Mourinho juga berhasil mencatatkan sejarah dibalik kemenangan dramatis Tottenham Hotspur, pasalnya tim yang ditangani Mourinho tidak pernah bisa meraih kemenangan jika sudah ketinggalan dua gol.

Hasil kemenangan ini sendiri membuat Tottenham Hotspur lolos ke putaran 16 besar, total mengumpulkan 10 poin dari lima laga dan kini berada di posisi kedua klasemen Grup B. The Lillywhites akan menemani Bayern Munchen yang juga memastikan lolos dengan status sebagai juara grup dengan torehan 15 poin.

Arsenal Terancam di Tinggal Pergi Lacazette dan Aubameyang

Kabar buruk kembali lagi menghampiri kubu Arsenal. Dua penyerang andalan nya yakni, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette tengah dikabarkan ingin segera pergi dari klub asal London Utara tersebut.

Arsenal memang selalu mengandalkan kedua penyerang ini di lini serang nya. Keduanya tampil cukup impresif, serta menjadi penyumbang gol terbanyak bagi The Gunners bahakn sejak musim lalu.

Kompetisi pada musim ini, kondisi itu tidak banyak berubah. Lacazette dan Aubameyang tetap menjadi sosok andalan tim, hal ini terlihat dari gol yang mereka raih pada musim ini.

Namun kabar terkini menurut dari Dail Mail mengklaim jika Aubameyang dan Lacazette mulai tidak merasa betah lagi di Emirates Stadion. Bahkan keduanya dikabarkan ingin segera angkat kaki pada musim panas mendatang.

Sementara keinginan dari dua penyerang Arsenal ini pergi, tak terlepas dari kepemimpinan Unai Emery. Bahkan keduanya menilai jika kepemimpinan Emery gagal total, ini pun terlihat dari situasi The Gunners saat ini.

Untuk ini pun, Lacazette dan Aubameyang berencana akan hengkang andai Emery masih dipertahankan. Sementara keinginan hengkang tidak hanya datang dari Aubammeyang dan Lacazette saja, namun seluruh pemain Arsenal lain nya.

Kabar terkini mengklaim jika banyak dari mayoritas pemain Arsenal sudah kehilangan kepercayaan terhadap Unai Emery. Mereka juga menilai jika eks pelatih PSG ini tidak cocok dalam menangani The Gunners.

Namun jika Unai Emery memang tidak dipertahankan, maka Arsenal harus mengeluarkan kompensasi besar untuk Emery. pihak manajemen klub harus membayar sebesar 4 juta poundsterling andai memecat pelatih asal Spanyol tersebut.

Blunder Fatal Phil Jones Jadi Sejarah Baru Manchester United

Phil Jones telah melakukan kesalahan fatal dimana Manchester United berhadapan dengan Sheffield United, blunder ini juga menjadi torehan sejarah baru bagi klub. Pasalnya Jones menjadi pemain pertama The Red Devils yang membuat kesalahan blunder yang berujung gol untuk musim ini.

Phil Jones mendapatkan kesempatan untuk tampil, dimana Manchester United berhadapan dengan Sheffield United di Stadion Bramall Lane, Mimggu (24/11/2019). Laga ini sendiri menjadi pertama untuk pemain berusia 27 tahun ini, dalam kompetisi Premier League musim 2019/2020.

Phil Jones dalam laga ini pun, tampil cukup buruk dalam merendam serangan dari lawan nya. Hal ini bertambah dengan sebuah kesalahan fatal yang berujung gol untuk Sheffield United, pada menit ke-19.

Kesalahan fatal yang berujung gol terjadi saat Phil Jones yang tengah berduel dengan Lys Mousset, dimana dirinya terjatuh saat dalam perebutan bola tersebut. Hal ini yang membuat Mousset bisa dengan leluasa masuk ke kotak penalti, kemudian melepaskan umpan ke John Fleck yang dengan mudah membobol gawang De Gea.

Menurut dari catatan statistik Whoscored, Phil Jones cuma mampu melakukan satu kali tekel, sekali intersep, serta dua kali memblok umpan lawan sepanjangn babak pertama pertandingan. Namun pada akhirnya dirinya ditarik keluar usai jeda pertandingan babak pertama.

Sementara menurut catatan data Squawka pun, Phil Jones juga mencatatkan sejarah baru bagi Manchester United. Dirinya menjadi pemain pertama The Red Devils yang melakukan blunder yang berujung gol untuk lawan.

Penampilan buruk Phil Jones akhirnya membuatnya dikritik habis-habisan oleh berbagai pihak, mulai dari pendukung dan juga pemain legendari klub. Salah satunya, yakni Gary Neville yang habis-habisan mengecam kesalahan fatal yang telah dilakukan Jones.

“Dalam sebuah umpan terusan, sebenarnya bola yang cukup mudah untuk dihadapi seorang bek tengah. Namun dia (Phil Jones) malah gagal melakukan nya, sehingga lawan dengan mudah mencetak gol,”ungkap dari Gary Neville.

Usai kesalahan Jones yang berujung gol ini, Manchester United akhirnya kembali kebobolan. Meskipun sempat untuk membalikkan keadaan situasi menjadi 3-2, namun kemenangan gagal diraih setelah tuan rumah berhasil mencetak gol penyeimbang dimenit-menit akhir laga dan skor akhirnya sama kuat 3-3.

Alami Cedera, Nicolo Barella Absen Panjang memperkuat Inter Milan

Inter Milan harus kehilangan Nicolo Barella untuk waktu yang cukup lama. Sementara cedera ini telah membuat gelandang berusia 22 tahun ini harus naik ke meja operasi, diperkirakan akan absen selama beberapa bulan.

Nicolo Barella diketahui mengalami cedera, dimana dirinya memperkuat Inter Milan menghadapi Torino, Mimggu (24/11/2019) dinihari. Barella yang ditarik dari lapangan pertandingan pada penghujung babak pertama, kemudian digantikan oleh Borja Valero.

Nicol Barella pada awalnya diperkirakan tidak mengalami cedera parah, namun diluar dugaan cederanya malah membuatnya harus naik ke meja operasi. Kabar terkini dari Football Italia, mengklaim jika pihak Inter Milan juga telah mengumumkan terkait cedera pemain barunya, serta harus menjalani operasi.

Diketahui bahwa Nicolo Barella sendiri harus menjalani operasi keyhole atau operasi dengan sayatan kecil. Hal ini dilakukan agar bisa membuat fragmen-fragmen tulang rawan nya terlepas dari lututnya.

Sementara Inter Milan tidak menyatakan berapa lama Nicolo Barella akan mengalami absen. Namun diperkirakan Barella harus menepi hingga dua bulan kedepan nya.

Cedera yang dialami Nicolo Barella kini makin memperpanjang pemain Inter Milan lain nya yang juga mengalami cedera panjang. Diketahui bahwa tim skuat asuhan Antonio Conte sebelumnya telah kehilangan Roberto Gagliardini dan Stefano Sensi.

Debut Laga Perdana Jose Mourinho Berakhir Manis

Jose Mourinho telah memulai debut perdana nya bersama Tottenham Hotspur, debut ini berakhir dengan kemenangan. The Lillywhites berhasil untuk menang 3-2 atas West Ham United, hasil ini juga memutus tren buruk tim skuat Mourinho.

Tottenham Hotspur yang bertandang ke markas West Ham United, Sabtu (23/11/2019) malam WIB, memulai laga dengan penuh keyakinan untuk menang. Hal ini terlihat dari keunggulan tiga gol dari Son Heung-min, Lucas Moura, dan Harry Kane.

Namun menjelang 20 menit laga akan berakhir, West Ham United mampu untuk membalas melalui Antonio dan Angelo Ogbonna. The Spurs beruntung bisa menghindari comeback The Hammers, dan akhirnya membawa pulang tiga poin penuh tim.

Hasil kemenangan ini pun membuat mengakhiri lima laga terakhir di Premier League tanpa sebuah kemenangan. Hal ini juga berujung pada pemecatan Mauricio Pochettino sebagai pelatih dari The Spurs.

Tidak hanya kemenangan yang berhasil kembali diraih, Tottenham Hotspur pun berhasil menyudahi puasa kemenangan tandang dari 12 laga terakhir. Terakhir kali The Lillywhites mampu meraih kemenangan tandang, yakni saat mengalahkan Fulham 2-1 di bulan Januari 2019 kemarin.

“Sejauh ini (Pertandingan ini) merupakan pekan yang cukup berat bagi kami secara emosional,” kata gelandang Spurs Dele Alli usai pertandingan.

“Kami harus kehilangan kebersamaan dengan Pochettino, tentunya ini membuat kami sangat sedih dan kehilangan. Namun kami sadar harus bangkit, punya pekerjaan untuk dilakukan dan berusaha untuk tetap positif,”tambahnya lagi.

Sementara hasil kemenangan ini berhasil membuat Tottenham Hotspur berhasil untuk memperbaiki dari peringkatnya diklasemen Premier League. Kini mereka berhasil naik ke posisi enam klasemen dengan torehan 17 poin dari 13 laga terakhir, mereka kini hanya berjarak delapan poin dari peringkat empat klasemen yakni Manchester City.

Karena Derdryck Boyata, Belgia Terima Sanski UEFA

Atas kelalaian dari Derdryck Boyata yang telah menggunakan jersey milik Michy Batshuayi, telah berbuntut panjang. Atas kejadian tersebut, Timnas Belgia terancam sanksi dari pihak UEFA.

Kejadian ini sendiri terjadi saat Derdryck Boyata tampil starter memperkuat Belgia Vs Rusia, pada ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Boyata pada awalnya tampil dengan mengenakan jersey bernomor punggung empat, kemudian salah mengenakan nomor punggung setelah babak kedua laga dimulai.

Saat laga babak kedua, pemain yang memperkuat klub asal Bundesliga, yakni Hertha Berlin itu tampil dengan nomor yang berbeda. Kejadian ini terjadi setelah kesalahnya dalam mengambil seragam yang bukan miliknya, jersey itu sendiri milik dari Michy Batshuayi.

Derdryck Boyata tak sadar telah mengenakan jersey yang salah saat memasuki lapangan pertandingan. Namun dirinya baru tersadar setelah pertandingan memasuki menit ke-57, dan langsung mengganti dengan seragam miliknya.

Namun akibat kecerobohan yang telah dilakukan Derdryck Boyata, berbuntut panjang. Timnas Belgia terancam menerima sanksi dari pihak UEFA terkait kelalaian pemain nya.

Menurut kabar dari Sky Sports, mengklaim jika Federasi Sepakbola Belgia terancam dakwaan pasal 43 (1) di ajang Kualifikasi Piala Eropa 2020. Diketahui peraturan ini menyatakan, bahwa setiap tim harus menunjukkan dengan relevan dalam formulir pertandingan yang berisi nomor punggung, nama, dan serta nama punggung dari 23 pemain dalam satu tim skuat.

Sementara sanksi ini bukan pertama yang diterima oleh Timnas Belgia, pasalnya mereka telah mendapatkan denda akibat terlambat untuk memasuki lapangan untuk kick-off di laga yang sama. Pihak Belgia sendiri, belum mengkonfirmasikan terkait sanksi yang akan diterima nya.

Resmi Gabung Tottenham Hotspur, Gaji MOurinho Turun 30 Persen

Setelah Jose Mourinho resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur, muncul kabar jika gaji yang diterimanya akan turun 30% dibandingkan saat masih menangani Manchester United. Mourinho sendiri dikabarkan, tidak begitu peduli terkait gaji yang telah turun dibandingkan gajinya sebelum menangani The Lilywhites.

Sejak dipecat oleh Manchester United, Jose Mourinho telah menganggur selama 11 bulan terakhir. The Special belum juga mendapatkan tawaran melatih saat itu.

Namun pada hari Rabu, Tottenham Hotspur telah membaut sebuah keputusan yang cukup mengejutkan publik Inggris. Pihak manajemen klub secara resmi telah mengumumkan jika Jose Mourinho akan menjadi pelatih baru klub asal kota London tersebut.

Meskipun begitu, Jose Mourinho harus berkorban banyak setelah bergabung bersama Tottenham Hotspur. Menurut kabar dari The Daily Star, mengklaim jika Mourinho harus rela gajinya terpotong 30%.

Jose Mourinho yang resmi bergabung bersama Tottenham Hotspur, juga akan dikontrak jangka panjang. Kabarnya Mourinho akan menangani klub asal kota London ini selalma empat tahun, atau hingga tahun 2023 mendatang.

Jose Mourinho juga akan mendapatkan bayaran yang relatif tidak begitu besar seperti saat berada di Old Trafford dulu. The Special One dipastikan hanya mendapatkan bayaran mencapai 11 juta poundsterling, per musim di klub asal London.

Gaji Jose Mourinho dulu saat berada di Old Trafford, diketahui sangat tinggi. Diketahui pelatih berkebangsaan Portugal ini menerima 17 juta poundsterling untuk satu musim nya, namun kini gaji nya malah berkurang 6 juta poundsterling setelah menangani Tottenham Hotspur.

Sementara Mauricio Pochettino yang telah berpisah dengan Tottenham Hotspur, masa depan nya kini dispekulasikan, Menurut kabar yang beredar, pelatih asal Argentina akan segera menangani Manchester United dan menggantikan posisi Ole Gunnar Solskjaer.